Thursday, October 20, 2011

Terbaru, Terdalam.

(Credit: Image courtesy of University of Aberdeen)

Para ilmuwan telah menemukan spesies ikan yang sama sekali baru, yang terdapat pada salah satu parit terdalam di laut. temuan oleh tim ahli biologi kelautan dari Aberdeen, Tokyo, dan Selandia Baru, telah membuka tabir pengetahuan akan tempat terdalam di bumi dan distribusi global ikan di lautan.Ekspedisi yang dilakukan di parit Peru-Chili di bagian tenggara Samudra Pasifik ini  mengungkapkan spesies baru yang belum pernah dicatat atau direkam oleh kamera, seekor ikan -snailfish- yang hidup di kedalaman 7000 m.sejumlah besar belut-cusk dan krustasea pemakan bangkai juga ditemukan hidup pada kedalaman ini untuk pertama kalinya.

selama tiga minggu,ilmuwan yang berada pada kapal riset Sonne dengan menggunakan peralatan untuk pencitraan guna mengambil gambar pada laut dalam, termasuk kamera canggih dengan sistem umpan jatuh bebas untuk laut yang paling dalam, berhasil mengumpulkan sekitar 6000 total foto organisme yang hidup pada kedalaman antara 4500 - 8000 m.

ekspedisi ini merupakan ekspedisi ketujuh yang berlangsung sebagai bagian dari HADEEP - sebuah proyek penelitian kerjasama antara laboratorium ilmu kelautan Universitas Aberdeen dan Institut Penelitian Kelautan Universitas Tokyo, dengan dukungan dari lembaga Institut Penelitian Nasional Air dan Atmosfer Selandia Baru (NIWA). tim HADEEP tersebut telah meneliti berbagai perairan terdalam di dunia selama kurang lebih 3 tahun. temuan mereka, sampai saat ini, telah menyertakan pengambilan video untuk ikan di laut terdalam untuk pertama kalinya.
Dr Alan Jamieson dari Oceanlab Universitas Aberdeen yang memimpin ekspedisi ini mengatakan,"Temuan kami ini mengungkapkan  spesies yang beragam dan melimpah pada kedalaman yang ekstrim yang sebelumnya dianggap bukan ikan,dan akan dipertimbangkan kembali populasi di laut dengan kedalaman seperti itu.Ekspedisi ini dipicu oleh temuan kami pada tahun 2008 dan 2009 di Jepang dan Selandia Baru dimana kami juga menemukan spesies snailfish baru yang dikenal sebagai Liparids yang terdapat di kedalaman 7000 m dengan habitat yang unik bagi ikan.Untuk menguji hal tersebut, kami mengulangi beberapa eksperimen di Samudera pasifik sekitar Peru dan Chili di kedalaman 6000 m.Apa yang kami temukan, bahwa memang terdapat spesies snailfish baru yang hidup di kedalaman 7000 m.Penelitian lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui, apakah spesies yang ditemukan merupakan spesies yang sama sekali baru atau bukan.Penelitian ini juga mengungkapkan adanya sejumlah besar spesies Crustacea -yang dikenal sebagai Amphipods- pemakan bangkai yang hidup pada kedalaman seperti itu. Ini adalah udang-udangan besar seperti sejenis Eurhytenes, akan tetapi jauh lebih besar dan berada pada kedalaman seperti ini."
Dr Niamh kilgallen, seorang ahli Amphipoda dari NIWA mengatakan :"Banyaknya jumlah amphipoda yang ditemukan pada kedalaman antara 7000 m- 8000 m menimbulkan pertanyaan mengapa dan bagaimana mereka dapat hidup pada kedalaman parit seperti ini, tetapi tidak ditempat lain."
Dr Toyonabu Fuji, seorang ahli ikan laut dari Universitas Aberdeen mengatakan :"Seberapa dalam seekor ikan dapat hidup dan bertahan lama di tempat seperti ini merupakan pertanyaan yang menarik dan hasil dari ekspedisi ini telah memberikan wawasan yang mendalam pada pemahaman kita akan distribusi global ikan di lautan.
Dr Jamieson menambahkan :"Temuan ini mendorong evaluasi ulang terhadap keanekaragaman dan kelimpahan pada kehidupan yang terdapat pada kedalaman yang teruk di lautan.Selanjutnya, sekarang jelas bahwa pada masing-masing parit terdalam didunia, menyediakan tempat tinggal bagi berbagai hewan laut yang unik. Isolasi habitat yang sangat besar pada tiap-tiap parit nampaknya sejalan dengan teori evolusi Darwin yang dicontohkan dengan paruh burung Finch.


versi lengkap pada Science Daily

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger